BISIK

“Ia terjun bebas dan berdebam di kaki langit”

Seperti sebuah mimpi, kenyataan itu ada

Kemari kulihat ia duduk sambil menatap nanar

Entah apa yang dipikirkannya

Yang ku tahu ia baru saja keluar dari bioskop

Pastinya, aku tidak tahu apakah ia habis menonton film horor

Yang ku tahu ada bendera kuning di depan rumahnya

Apakah pernah terlintas dipikirannya bahwa jendela itu berbahaya?

Yang ia tahun adalah elegi kematian yang dibisikan lewat matematika

Pembunuh berdarah dingin yang mengalirkan kesadaran palsu di pikirannya

Kini ia tahu artinya mati

Jakarta, 26 Nov 2012

Iklan

Tentang IMELDA MATAHARI

Setiap hari selalu ada pertanyaan. Jiwa yang selalu ramai dalam sepi-sepi hari. Semua yang tampak adalah kenisbian dan semua yang tidak tampak adalah sebenarnya. Mengais dibalik bayang-bayang tak berbayang.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s